Showing posts with label SMA Kelas X. Show all posts
Showing posts with label SMA Kelas X. Show all posts

Monday, 18 January 2021

SEJARAH SEBAGAI KISAH

 SEJARAH SEBAGAI KISAH

        Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengarkan istilah kisah. Kisah biasanya berupa penuturan seseorang tentang suatu cerita terhadap orang lain. Ketika orang menuturkan suatu kisah sejarah kepada orang lain, akan diwarnai oleh persepsi si penutur tersebut.


Sejarah sebagai kisah ialah cerita berupa narasi yang disusun dari memori, kesan, atau tafsiran menusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu lampau atau sejarah serba subjek. Dengan demikian, dalam sejarah sebagai kisah, subjektivitas akan muncul. Hal ini berbeda dengan sejarah sebagai peristiwa. Dalam sejarah sebagai peristiwa orang hanya melihat fakta sejarah, bukan mendengar atau membaca kisah sejarah.

Subjektivitas dalam sejarah kisah akan nampak ketika ada dua orang menuturkan peristiwa sejarah yang sama. Perbedaan ini dapat muncul karena si penutur cerita tersebut memberikan penafsiran terhadap peristiwa yang ia tuturkan. Misalnya ketika kita mewancarai orang-orang yang pernah mengalami atau melihat peristiwa Bandung Lautan Api. Kemungkinan orang-orang yang mengisahkan peristiwa Bandung Lautan Api akan berbeda mengisahkannya antara satu dengan yang lainnya. Apabila yang kita wawancarai adalah seorang prajurit yang terlibat perang melawan Belanda, mungkin ia akan menceritakan peristiwa Bandung Lautan Api dalam perspektif dirinya sebagai seorang tentara yang selalu berperang saat itu. Namun apabila yang kita wawancarai misalnya seorang petani, mungkin dia tidak terlalu menceritakan peristiwa Bandung Lautan Api sebagai bagian dari strategi perjuangan bangsa Indonesia saat itu.

Kisah sejarah yang disajikan dapat berupa lisan dan tulisan. Apabila kita mendengarkan seseorang menceritakan tentang peristiwa Bandung Lautan Api, maka itu termasuk katagori kisah lisan. Tetapi apabila kita ingin mengetahui peristiwa Bandung Lautan Api dengan membaca buku-buku yang bercerita tentang Bandung Lautan Api, maka itu termasuk dalam katagori bentuk kisah tulisan.

Ada kebiasaan pada orang-orang tertentu mencatat dalam buku hariannya tentang peristiwa-peristiwa penting. Misalnya seorang jenderal pemimpin perang, mencatat bagaimana strategi yang dia lakukan ketika menghadapi perang dengan Belanda. Dalam catatannya ini kita dapat menemukan penuturan bagaimana semangat pasukannya, jumlah pasukannya, daerah-daerah perlawannya, kekuatan lawan, senjata yang digunakan, dan hal-hal lainnya. Kemungkinan apabila kita tanyakan kepada anak buahnya tentang perang tersebut, bisa berbeda kesannya dari apa yang dituturkan oleh catatan sang jenderal tersebut.

Akhir-akhir ini kita sering melihat banyak tokoh penting yang menulis biografinya. Buku tersebut biasanya banyak bercerita tentang peristiwa-peristiwa penting yang dilihat atau dialami oleh tokoh itu. Tokoh yang menulis biografi tersebut akan memberikan penilaiannya tersendiri tentang suatu peristiwa. Peristiwa tersebut bisa dinilai sebagai sesuatu yang positif atau negatif. Tetapi, kalau kita baca biografi tokoh yang lainnya tentang suatu peristiwa yang sama sebagaimana yang telah ditulis oleh tokoh sebelumnya, kemungkinan akan memberikan kesan yang berbeda. Misalnya tokoh yang mendukung peristiwa reformasi 1998 di Indonesia akan menyatakan bahwa peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang positif dalam membangun demokratisasi di Indonesia. Sebaliknya bagi tokoh yang merasa dirugikan kedudukannya dengan adanya peristiwa reformasi, ada kemungkinan akan memberikan penilaian yang jelek terhadap peristiwa reformasi.

Buku-buku sejarah yang kamu baca, merupakan salah satu bentuk dari sejarah sebagai kisah. Sejak kamu duduk di bangku Sekolah Dasar sampai dengan SMA atau MA sekarang, pelajaran sejarah sudah diberikan. Bukubuku pelajaran sejarah yang kamu baca di sekolah, banyak menceritakan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari zaman prasejarah, sampai dengan perkembangan kontemporer. Cerita-cerita sejarah yang terdapat dalam bukubuku pelajaran sejarah tersebut, merupakan kesan atau tafsiran dari si penulis buku.

Sebagaimana telah dikemukan di atas, sejarah sebagai kisah akan bersifat subjektif. Interpretasi atau penafsiran yang dilakukan oleh penulis sejarah akan subjektif. Subjektivitas tersebut terjadi lebih banyak disebabkan oleh faktor-faktor kepribadian si penulis atau penutur sejarah. Faktor-faktor tersebut yaitu sebagai berikut.

Kepentingan atau interes dan nilai-nilai

        Kepentingan dalam penulisan sejarah sangat ditentukan oleh tujuan dari penulisan sejarah tersebut. Dalam penulisan sejarah tersebut, berbagai kepentingan muncul, baik yang bersifat pribadi, kelompok, maupun secara formal negara. Misalnya dalam penulisan sejarah sebagai mata pelajaran di sekolah, maka sangat menonjol kepentingan negara. Pengajaran sejarah di sekolah memiliki misi untuk membangun semangat kebangsaan. Oleh karena itu, penulisan sejarah buku ajar harus mengandung nilai-nilai kebangsaan. Peristiwa-peristiwa yang ditulis diseleksi dan dipilih untuk kepentingan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Mungkin saja suatu peristiwa yang ditulis dalam buku pelajaran sejarah sekolah berbeda dengan hasil-hasil penelitian sejarah yang baru. Buku teks pelajaran sejarah tidak mencantumkan fakta sejarah berdasarkan hasil penelitian yang baru apabila fakta yang ditemukan tersebut bertentangan dengan kepentingan pengajaran sejarah di sekolah. Begitu pula halnya dalam penulisan sejarah yang diwarnai oleh kepentingan individu. Seorang tokoh akan menulis sejarah dirinya atau biografinya dengan tujuan untuk menonjolkan peran-peran yang ia lakukan. Dia melihat sejarah yang ada tidak mencantumkan dirinya.

Berbagai latar belakang kepentingan akan muncul dalam penulisan sejarah yang memiliki kepentingan kelompok. Penulisan sejarah daerah biasanya lebih mementingkan pada aspek-aspek penting di daerah tersebut. Daerah bisa dalam bentuk kota, kabupaten, dan provinsi. Misalnya sejarah daerah Jawa Barat, penulisan sejarah seperti ini akan mementingkan hal-hal penting dari sejarah yang ada di Jawa Barat, yang etnisnya sebagian besar suku Sunda. Kepentingan agama misalnya penulisan sejarah perkembangan mesjid-mesjid di Indonesia, bagaimana perkembangan agama Islam melalui perkembangan mesjid. Sejarah profesi misalnya sejarah perkembangan profesi guru, bagaimana peran-peran penting yang dilakukan oleh guru sebagai figur yang terlibat langsung dalam pendidikan.

Subjektivitas ditentukan pula oleh nilai-nilai yang dimiliki penulis sejarah. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, keyakinan, moral, etika, dan lain-lain. Agama yang dianut oleh seorang penulis dapat menjadi sumber nilai dalam penulisan sejarah. Misalnya seorang penulis sejarah yang memiliki kegiatan aktif dalam kegiatan dakwah sebuah organisasi Islam, dia akan menulis sejarah organisasi yang ia masuki dengan penuh penilaian yang positif terhadap organisasi tersebut. Dia akan menggambarkan sejarah organisasinya sebagai sebuah organisasi yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam mengembangkan dakwah Islam. Dengan demikian, pendekatan nilai-nilai keagamaan terdapat dalam penulisan sejarah tersebut.

SEJARAH SEBAGAI KISAH
Buku berjudul Renungan dan Perjuangan merupakan contoh Sejarah
sebagai kisah perjuangan Sutan Syahrir

Kisah perjuangan yang ditulis oleh seorang purnawirawan tentang perlawanan bangsa Indonesia dalam menghadapi Belanda, akan diwarnai dengan nilainilai nasionalisme yang tinggi. Cerita tentang bagaimana heroismenya para pejuang dalam menghadapi penjajahan. Para pejuang digambarkan sebagai orang-orang yang berperang dalam rangka membela kebenaran. Belanda atau penjajah digambarkan sebagai pihak yang tidak terpuji karena menjajah itu bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, sedangkan para pejuang berada pada pihak yang benar.

Seorang pejuang yang terlibat langsung dalam perang melawan Belanda akan menuturkan kisah perjuangannya dengan penuh semangat. Dia akan menuturkan bahwa perjuangan yang ia lakukan bersifat tanpa pamrih. Rela berkorban dan semangat nasionalisme sangat mewarnai perjuangan yang ia lakukan. Kisah perjuangannya penuh dengan nilai-nilai berupa semangat rela berkorban yang tinggi, mementingkan kepentingan bersama, tidak mementingkan kepentingan pribadi, bahkan jiwa dan raga sebagai taruhannya dalam berjuang.

Kelompok sosialnya

        Profesi yang dimiliki oleh penulis sejarah akan mewarnai hasil penulisannya. Sejarawan, wartawan, guru, penulis bebas dan lain-lain, merupakan bentuk profesi. Profesi-profesi tersebut bisa disebut dengan kelompok sosial. Dalam kelompok sosial, biasanya individu bergaul atau berhubungan dengan sesama pekerjaannya atau statusnya. Tidak sedikit dari profesi yang bukan sejarawan menulis sejarah. Misalnya, wartawan menulis peristiwa sejarah dalam surat kabar atau majalahnya. Begitu pula, ada guru yang menulis sejarah untuk kepentingan pengajaran sekolahnya.

Setiap kelompok sosial tersebut kemungkinan akan berbeda dalam memberikan interpretasi terhadap sejarah yang ditulisnya. Seorang sejarawan, akan menulis sejarah dengan menggunakan kaidah-kaidah akademik dari ilmu sejarah. Langkah-langkah penelitian sejarah sebagai salah satu dari disiplin ilmu pengetahuan akan digunakan oleh sejarawan dalam menulis sejarah. Dalam hal ini, sejarah menjadi suatu tulisan ilmiah. Kepentingannya adalah untuk lingkungan akademik, misalnya di perguruan tinggi.

Profesi guru sebagai pendidik akan menampilkan penulisan sejarah untuk kepentingan nilai-nilai kependidikan. Hal ini dapat kita lihat dalam bukubuku pelajaran sejarah yang ada di sekolah. Peristiwa sejarah yang ditampilkan bukan untuk kepentingan akademik yang bersifat ilmiah, tetapi ditujukan untuk kepentingan nilai-nilai kependidikan yang bersifat praktis.

Walaupun buku sejarah di sekolah ditujukan untuk kepentingan nilainilai kependidikan, tidaklah berarti mengabaikan aspek ilmiah dari buku tersebut. Hanya kadar ilmiah yang ditampilkan tidak sederajat dengan di perguruan tinggi. Keilmiahan tetap harus ditampilkan dalam mengungkap sumber sejarah yang merupakan sumber pengetahuan sejarah. Misalnya dalam menulis perjuangan bangsa Indonesia ketika melawan Belanda, harus ada sumber yang mengungkap siapa yang berjuang, di mana perjuangannya, kapan peristiwa itu terjadi dan lain-lainnya. Adapun nilai-nilai kependidikan yang dapat diinterpretasikan dari peristiwa tersebut misalnya semangat kebangsaan dalam menentang penjajahan.

Begitu pula halnya penulisan sejarah yang dilakukan oleh seorang wartawan. Wartawan dalam menulis sejarah akan diwarnai oleh gaya bahasanya sebagai seorang jurnalis. Tulisan sejarah seorang wartawan biasanya akan layak dibaca oleh masyarakat umum. Misalnya dalam menulis biografi seorang tokoh, seorang wartawan berusaha agar tokoh tersebut dapat dikenal oleh khalayak umum.

Perbendaharaan pengetahuan

        Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang akan berpengaruh terhadap hasil karya tulis sejarah yang ditulisnya. Profesi yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi ukuran seberapa jauh pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan tersebut dapat berupa pengetahuan fakta maupun pengetahuan dari ilmu pengetahuan. Penulis yang memiliki pengetahuan fakta yang banyak, maka cerita sejarahnya akan lebih lengkap, mendetail, dan memberikan informasi yang lebih banyak.

Penutur lisan pun akan dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimilikinya ketika ia menuturkan kisah sejarah. Kisah sejarah akan memiliki perbedaan antara seorang penutur yang mengalami langsung peristiwa tersebut dengan yang tidak langsung menyaksikannya. Seorang saksi yang melihat suatu peristiwa sejarah akan memiliki pengetahuan fakta yang lebih banyak dibanding dengan orang yang tidak terlibat langsung, walaupun orang tersebut mengetahuinya. Misalnya, apabila kita menanyakan kepada seorang mantan prajurit pada masa perang dengan Belanda, maka ceritanya akan lebih lengkap. Dia akan menceritakan bagaimana strategi yang dilakukan agar tidak diketahui oleh Belanda, bagaimana sikap masyarakat yang membantu para pejuang, berapa orang yang ikut terlibat, dan pengetahuan-pengetahuan fakta lainnya. Lain halnya kalau kita menanyakan kisah perjuangan kepada seorang petani. Mungkin petani itu tahu adanya serangan Belanda ke daerahnya, akan tetapi pada saat itu ia tidak melakukan tindakan membalas serangan Belanda sebagaimana yang dilakukan oleh prajurit. Ketika peristiwa itu terjadi, mungkin petani tersebut mengungsi sehingga informasi tentang perjuangan melawan Belanda

Sebagaimana telah dikemukakan, pengetahuan dalam ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi dalam hal penuturan kisah sejarah. Seorang yang memiliki ilmu pengetahuan sejarah akan berbeda dengan orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan sejarah. Sejarawan akan kaya dengan pendekatan penulisan, dibandingkan dengan seorang guru, sehingga karya sejarahnya pun akan memberikan interpretasi yang berbeda. sangat terbatas.

Seorang penulis sejarah yang berasal dari kalangan sejarawan atau orang yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu sejarah, akan memiliki perbedaan dalam mengisahkan sejarah dengan orang yang bukan sejarawan atau tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu sejarah. Dalam mengisahkan suatu peristiwa sejarah, seorang sejarawan atau orang yang memiliki latar belakang pendidikan sejarah, akan menggunakan analisis berdasarkan pada metodologi dan teori yang digunakannya. Bukan hanya sekedar cerita yang bersifat naratif atau hanya menyajikan rentetan waktu dan peristiwa. Sejarah pada dasarnya adalah sejarah masyarakat, maka sejarawan akan melihat masyarakat sebagai suatu struktur. Dalam konteks waktu bagaimana struktur itu berubah. Misalnya bagaimana perubahan yang terjadi pada masyarakat dalam suatu desa dari tahun 1970-1980 ketika munculnya industrialisasi dalam bentuk dibangunnya pabrik-pabrik di daerah desa tersebut? Apakah masyarakat berubah pekerjaan dari petani menjadi tukang ojek; dari petani menjadi kuli bangunan atau dari petani menjadi buruh pabrik?

Lain halnya kalau sejarah dikisahkan oleh orang yang bukan seorang sejarawan. Kisah sejarah lebih banyak berupa cerita yang sebatas pada rentetan waktu dan peristiwa. Seleksi terhadap fakta-fakta sejarah tidak bersifat analisis. Kisah cerita sejarah lebih banyak menampilkan apa yang terjadi, siapa tokohnya, kapan peristiwa itu terjadi, dan di mana peristiwa itu terjadi. Bahkan kalau sejarah itu bercerita tentang seseorang pada masa lalunya, ada kesan bahwa orang tersebut melakukan suatu tindakan yang benar, tidak ada kesalahannya. Penulisan sejarah yang seperti inilah yang biasanya menimbulkan kontroversial di kalangan masyarakat. Kritik terhadap sumber yang bersifat analitis tidak banyak dilakukan. Kebenaran bukan didasarkan pada sumber atau faktanya, tetapi lebih pada cerita yang dikisahkannya atau sering dikatakan retorikanya.

Kemampuan berbahasa

        Pengkisahan dalam bentuk tulisan pada dasarnya merupakan kemampuan berbahasa yang ditampilkan dalam bentuk tulisan. Interpretasi terhadap sumbersumber sejarah akan menggunakan kaidah-kaidah bahasa penulisan. Dalam bahasa, seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik akan berbeda dengan yang tidak terampil dalam bahasa tulisan. Seorang penulis yang kurang terampil berbahasa tulisan, mungkin saja cerita sejarah yang ditampilkannya sulit dipahami karena bahasa yang digunakan kurang baik. Walaupun pemaparan faktanya cukup banyak.

Penulisan sejarah pada dasarnya merupakan suatu kemampuan merekonstruksi sumber-sumber sejarah dalam berupa tulisan cerita. Kemampuan merekonstruksi sangat ditentukan oleh kemampuan berimajinasi. Berimajinasi dalam menulis sejarah yaitu bagaimana seorang penulis sejarah merekonstruksi fakta-fakta atau bukti-bukti sejarah yang kemudian ia susun dalam bentuk cerita sejarah yang dapat dibaca oleh orang lain. Peninggalan-peninggalan sejarah yang berupa benda mati, akan menjadi hidup manakala direkonstruksi dalam cerita sejarah. Apabila kemampuan imajinasi tidak dimiliki oleh seorang penulis sejarah, maka cerita sejarahnya menjadi kering, tidak hidup.

Rekonstruksi ibarat membentuk suatu bangunan. Misalnya sumber sejarah itu ibarat batang korek api. Apabila batang korek api yang berserakan itu kita rekonstruksi menjadi suatu bentuk mainan, maka kumpulan batang korek api itu menjadi menarik. Bentuk bangunan korek api yang merupakan hasil rekonstruksi itu akan sangat ditentukan oleh kemampuan berbahasa. Merekonstruksi imajinasi merupakan kemampuan berbahasa. Bentuk mainan korek api itu menjadi menarik, indah dipandang, sama halnya dengan penggunaan gaya bahasa imajinatif yang indah dan enak dibaca. Masa lalu akan menjadi hidup manakala seorang penulis sejarah mampu mengkisahkan dengan gaya bahasa yang baik.

Friday, 15 January 2021

Tingkat Keanekaragaman Hayati - Biologi

 Tingkat Keanekaragaman Hayati - Biologi

        Dari sekian banyak organisme yang menghuni bumi, tidak ada sepasang pun yang benar-benar sama untuk segala hal. Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa di alam raya dijumpai keanekaragaman makhluk hidup atau disebut juga keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keseluruhan gen, jenis dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi. Mengingat pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan maka keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati di permukaan bumi mendorong ilmuwan mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi.

Tingkat Keanekaragaman Hayati - Biologi
Keanekaragaman

Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem. Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.


BACA JUGA

Keanekaragaman gen

        Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus kromosom. Setiap individu makhluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas benang-benang pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam inti sel. Sehingga seluruh organisme yang ada di permukaan bumi ini mempunyai kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama. Kerangka dasar tersebut tersusun atas ribuan sampai jutaan faktor menurun yang mengatur tata cara penurunan sifat organisme. Walaupun kerangka dasar gen seluruh organisme sama, namun komposisi atau susunan, dan jumlah faktor dalam kerangka bisa berbeda-beda. Perbedaan jumlah dan susunan faktor tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.

Di samping itu, setiap individu memiliki banyak gen, bila terjadi perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Karena pada saat persilangan akan terjadi penggabungan gen-gen individu melalui sel kelamin. Hal inilah yang menyebabkan keanekaragaman gen semakin tinggi. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga.

Dalam perkembangannya, faktor penentu tidak hanya terdapat pada gen saja, melainkan ada juga faktor lain yang berperan mempengaruhi keanekaragaman hayati ini, yaitu lingkungan. Sifat yang muncul pada setiap individu merupakan interaksi antara gen dengan lingkungan. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama, belum tentu memiliki bentuk yang sama pula karena faktor lingkungan mempengaruhi penampakan (fenotipe) atau bentuk. Misalnya, orang yang hidup di daerah pegunungan dengan orang yang hidup di daerah pantai memiliki perbedaan dalam hal jumlah eritrositnya. Jumlah eritrosit orang yang hidup di daerah pegunungan lebih banyak dibanding yang hidup di pantai disebabkan adaptasi terhadap kandungan oksigen di lingkungannya. Di daerah pegunungan lebih rendah kandungan oksigennya dibandingkan di daerah pantai. Sehingga fenotipe pipi orang pegunungan umumnya lebih kemerahan dibanding orang pantai.

Keanekaragaman tingkat gen yang menunjukkan fenotipe atau penampakan yang berbeda
Keanekaragaman tingkat gen yang menunjukkan fenotipe atau penampakan yang berbeda

Keanekaragaman jenis

        Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya. Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies.

Dalam keluarga kacang-kacangan kita kenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda. Contoh lainnya terlihat keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon pinang dan juga pada pohon palem.

Keanekaragaman tingkat spesies yang menunjukkan perbedaan walaupun masih dalam satu suku
Keanekaragaman tingkat spesies yang menunjukkan perbedaan walaupun masih dalam satu suku

Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada suatu lingkungan akan terdapat berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan secara damai. Mereka seolah-olah menyatu dengan lingkungan tersebut. Pada lingkungan yang sesuai inilah setiap makhluk hidup akan dibentuk oleh lingkungan. Sebaliknya, makhluk hidup yang terbentuk oleh lingkungan akan membentuk lingkungan tersebut. Jadi, antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan terjadi interaksi yang dinamis.

Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Ada ekosistem hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain-lain. Komponen biotik dan abiotik di berbagai daerah bervariasi baik mengenai kualitas komponen tersebut maupun kuantitasnya. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya keanekaragaman ekosistem di muka bumi ini. Antar komponen ekosistem hidup berdampingan tanpa saling mengganggu, dan apabila terjadi kepunahan atau gangguan terhadap
salah satu anggotanya maka akan mengganggu kelangsungan hidup organisme lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada komponenkomponen ekosistem ini akan berpengaruh terhadap keseimbangan (homeostatis) ekosistem tersebut.

Sebagai suatu sistem, di dalam setiap ekosistem akan terjadi proses yang saling terkait. Misalnya, pengambilan makanan, perpindahan energi atau energetika, daur zat atau materi, dan produktivitas atau hasil keseluruhan ekosistem. Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Thursday, 14 January 2021

Fungsi dan Peran Tari di Masyarakat - Seni Budaya (Seni Tari)

 Fungsi dan Peran Tari di Masyarakat - Seni Budaya (Seni Tari)

Pengertian tari yang dikemukakan oleh pakar seni tari Indonesia, Soedarsono, adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis yang indah. Elemen dasar tari adalah gerak, yaitu ritme yang telah mendapat stilasi (penghalusan) sehingga menjadi indah dan menjadi gerakan yang tidak persis, seperti meniru gerakan sehari-hari manusia.

Mari, kembangkan wawasan seni tari tradisional dengan lebih jauh mengidentifikasi jenis tari dari berbagai unsur yang membentuknya. Dengan demikian, Anda dapat membedakan seni tari menurut jenis, pola, bentuk sajian, dan perkembangannya.

Jenis Tari Menurut Fungsinya
Fungsi dan Peran Tari di Masyarakat - Seni Budaya (Seni Tari)

Jenis Tari Menurut Fungsinya

Pertunjukan tari secara tidak langsung sebenarnya sering Anda saksikan dalam berbagai pentas seni. Media massa– seperti televisi, internet, koran, majalah, atau bahkan VCD –sering kali menampilkan pertunjukan seni. Dalam berbagai acara pun, pertunjukan tari sering ditampilkan, misalnya pada acara pernikahan. Tarian dalam prosesi pernikahan itu awalnya merupakan sebuah kebiasaan. Kebiasaan tersebut terdiri atas kegiatan simbolis kemasyarakatan dengan aturan tertentu yang dilakukan secara turun-temurun dan disepakati bersama sebagai bagian dari adat istiadat masyarakat setempat.

Tarian yang sering Anda lihat di sekitar Anda merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan seremonial dari upacara adat. Misalnya, saat menyambut kelahiran bayi, masa transisi remaja menuju dewasa, khitanan, pernikahan, atau upacara kematian. Tarian tertentu juga sering ditampilkan dengan tujuan bermacam-macam, seperti tarian upacara meminta hujan, tarian pada pesta panen, atau tarian lain yang terlihat seperti tarian bergembira. Tarian tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja yang menginginkannya.

Tari-tarian tradisional tanpa disadari telah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat dan menjadi media untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan. Tarian tradisional juga menjadi bagian antarkomunitas yang berbeda tanpa membedakan agama, ras, dan golongan. Tarian tradisional dapat dengan mudah Anda temukan pada kegiatan kemasyarakatan yang bersifat sakral dan magis, seperti yang telah disinggung pada bagian awal pembahasan ini.

Secara garis besar, tari tradisional Nusantara berdasarkan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yaitu sebagai tari upacara, tari hiburan, dan tari pertunjukan.


1. Tari sebagai Bagian dari Upacara Adat

Sebenarnya banyak tarian yang termasuk ke dalam tari upacara yang kurang begitu memenuhi kaidah tari. Gerak pada tari upacara sangat bergantung kepada naluri untuk bergerak tanpa mengindahkan segi estetika sebuah karya seni tari. Kadangkadang para penari dalam tarian upacara melakukan gerakan disertai keadaan tidak sadar (trance). Hal tersebut terjadi karena ketika para penari mengungkapkan keinginan yang ditujukan untuk Yang Mahakuasa atau Yang Didewakan, atau Yang Tertinggi Penguasa Alam, ia bergerak dengan segenap rasa dengan satu tujuan agar permohonannya terkabul.

Melalui serangkaian upacara adat pada zaman sebelum masuknya agama ke Indonesia, tari menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritualisme masyarakat Indonesia. Lambat laun, kesakralan tari upacara ini telah berkurang di beberapa daerah. Namun, di beberapa daerah lain, seperti Bali, meskipun sudah banyak tari upacara yang berubah fungsi, tari Bali tetap menjadi sebuah seni yang memiliki nilai
spiritualisme karena tari melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Fungsi dan Peran Tari di Masyarakat - Seni Budaya (Seni Tari)
Tari Pendet Sebagai Tari Upacara

Tari lahir sebagian besar disebabkan kebutuhan akan adanya media dalam menyampaikan keinginan kepada sesuatu yang dianggap Tuhan oleh manusia. Salah satu cara berkomunikasi tertua dengan alam yang mengandung unsur tari adalah penyelenggaraan upacara keagamaan. Upacara tersebut dilakukan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari adat istiadat mereka. Perwujudan permohonan dan komunikasi adalah dengan membaca mantra diiringi gerakan-gerakan tubuh yang lahir secara spontan sebagai ungkapan kegembiraan atau rasa syukur, juga sebagai permohonan atas doa. Lambat laun, hal tersebut menjadi sebuah tradisi.

Pernahkah Anda melihat sebuah upacara keagamaan di daerah Anda? Bagaimanakah jalannya upacara tersebut? Adakah gerakan-gerakan yang terlihat seperti menari dalam keadaan tidak sadar?

Orang yang sedang menari pada upacara keagamaan merupakan perwujudan ungkapan seluruh daya hidupnya terhadap yang dianggap Tuhan, seperti pohon, patung, atau roh halus. Dengan paparan tersebut, Anda telah menemukan satu kata bantu dalam menemukan dan mengingatkan kembali pemahaman tari, yaitu ekspresi.

Ekspresi adalah ungkapan jiwa terdalam dalam wujud fisik sebuah ungkapan, bisa berbentuk gerak, coretan, senandung, dan lain-lain.

Tari yang dilihat pada upacara keagamaan atau kemasyarakatan itulah yang dikategorikan sebagai tari yang berfungsi sebagai tari upacara. Tarian yang berfungsi sebagai tari upacara adalah tarian yang bertujuan untuk ritualisme tanpa mengindahkan keindahan dan materi duniawi. Satu hal yang terpenting adalah tercapainya atau tersampaikannya keinginan mereka terhadap Tuhan mereka.


a. Tari Upacara Ritual (Upacara Keagamaan)

Tarian upacara keagamaan yang bersifat magis saat ini sudah jarang ditemukan. Namun, di Bali masih terdapat Tari Sang Hyang Jaran yang hingga kini masih dilakukan sebagai tari upacara untuk mengusir roh jahat. Penari meliuk-liukkan tubuhnya dan bergerak seperti menunggang kuda dengan menggunakan kuda yang terbuat dari bambu. Kemudian, penari bergulingan di atas bara api, tetapi tubuhnya tidak terbakar. Gerakan tubuhnya bergerak bebas karena dalam keadaan tidak sadar. Gerakan ini dilakukan spontan mengikuti keinginan hati tanpa didasarkan kaidah seni, tetapi menunjukkan gerakan ritmis yang tak disadarinya.

Ada lagi tarian lain yang merupakan salah satu peninggalan zaman prasejarah, yaitu Jatilan. Tari ini merupakan tarian dari daerah Borobudur yang sangat dekat dengan upacara ritual memanggil roh binatang totem sebagai bala keselamatan dari roh jahat. Ritual ini dianggap dapat menyucikan jiwa. Kadang-kadang pemainnya melakukan adegan yang pada kehidupan nyata sangat mustahil dilakukan. Mereka tidak terluka ketika menginjak bara api, memakan pecahan kaca, memecahkan kelapa dengan kepala tanpa merasa sakit atau terluka. Hal tersebut dilakukan pada saat ndadi atau trance (Bali: kerawuhan, kesurupan, masuknya roh halus ke dalam tubuh) sebagai perwujudan bahwa roh ‘hadir’ dan menunjukkan kekuatannya kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan karena mereka menari dengan gerakan spontan.

Tari upacara yang berfungsi sebagai media sarana upacara ritual keagamaan dilakukan masyarakat melalui serangkaian upacara adat yang bertujuan melindungi masyarakat dari bencana, kejahatan, serta sebagai ungkapan permohonan agar maksud dan keinginannya terkabul. Pada zaman primitif sebelum masuknya agama ke Indonesia, tari menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan spiritualisme masyarakat Indonesia.

1) Tari Upacara Ritual yang Bersifat Sakral

Tarian jenis ini merupakan tarian suci dan keramat (sakral). Salah satu contoh tari upacara ritual yang bersifat sakral adalah Tari Ngalage. Seperti pada upacara perayaan panen padi di Jawa barat, Tari Ngalage merupakan tarian sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Dewi Padi Pohaci Sang Hyang Sri. Dalam upacara tersebut, setumpuk padi diarak ke balai desa. Iring- iringan tadi didahului penari pembawa umbulumbul warna-warni. Iringan yang terdepan adalah umbulumbul terutama menggunakan warna merah putih sebagai lambang dua sisi sifat yang berlawanan, yaitu baik buruk, susah senang, dan dunia akhirat. Iring-iringan tersebut terdiri atas para pemikul padi dari bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga akan menimbulkan suara yang makin lama makin ramai dan membuat semangat iring-iringan karena umumnya jarak ke balai desa lumayan jauh.

Di belakang barisan pemikul padi tersebut, ada lagi rombongan yang membawa
alat-alat pertanian dan pembawa angklung serta alat tabuh dog-dog lojor. Kemudian, angklung serta dogdog lojor itu dibunyikan pada tempat-tempat tertentu di sepanjang perjalanan mereka. Setelah tiba di balai desa, barulah mereka mempertunjukkan kemahiran menari sambil memainkan empat buah dogdog dan sembilan buah angklung.

Tari Rokatenda dari Flores juga menunjukkan ekspresi ungkapan rasa syukur karena hasil panen yang melimpah ruah. Tari ini dibawakan oleh penari muda-mudi daerah Ende, Flores, dan Nusa Tenggara Timur.

Tari Mon dari Irian Jaya juga merupakan tari upacara ritual yang bersifat sakral. Tarian tersebut dibawakan oleh penari wanita yang duduk melingkari pohon tempat arwah. Mereka dilingkari oleh para penari pria dengan posisi berdiri. Tarian ini merupakan tarian pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

2) Tari Upacara Ritual yang Bersifat Magis

Tarian ini berhubungan dengan hal-hal gaib (magis). Salah satu contoh tarian upacara yang bersifat magis adalah Tari Sang Hyang Jaran dari Bali. Tarian ini sebagai ungkapan permohonan keselamatan, yang mengandung unsur magis dengan menginjak-injak bara api, membawa simbol kuda dibuat dari jerami, dan penari bergerak kerawuhan/trance. Dipercaya kekuatan magis menjadi faktor penguat hubungan komunikasi dengan sang Dewa. Tari Sang Hyang adalah tari upacara keagamaan sebagai cara manusia membentengi dirinya dan menolak bahaya dari alam atau faktor lain. Pembawaan penari tidak sadarkan diri memang menjadi dominan dalam tari sejenis. Dalam keadaan trance, penari mempunyai kekuatan dan kemahiran di luar kemampuan manusia pada umumnya. Kesempatan inilah yang digunakan untuk meminta sesuatu kepada Sang Hyang sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat Bali.

Contoh tarian lainnya yaitu Tari Warung Kelumbut dari Sumba Timur. Tari ini merupakan perwujudan kepercayaan kepada binatang totem oleh masyarakat setempat. Masyarakat Kecamatan Merabu menarikan tarian ritual magis ini dengan meniru binatang totemnya. Masyarakat percaya bahwa manusia dan binatang dapat hidup berdampingan sehingga ada persatuan yang bersifat mistis yang dapat menjaga satu sama lain, tidak saling merusak dan mengganggu. Jika terjadi persatuan mistis, manusia akan kerasukan atau tak sadar diri.

Tari Sintren merupakan tarian bersifat magis yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tari ini menampilkan seorang penari yang sekujur tubuhnya diikat tali, kemudian ditutup kurungan ayam yang ditutupi kain. Hanya dalam beberapa saat ketika kurungan ayam dibuka, penari tadi dapat melepaskan diri dari ikatan. Kemudian, ia menari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selama tarian berlangsung, penari akan terkulai lemas apabila penonton melempari uang logam ke arahnya.

Tarian lain ini bersifat magis, tetapi bukan merupakan tarian upacara keagamaan. Tarian yang bersifat magis lain, misalnya Tari Kuda Kepang dan Tari Piring. Pada bagian tertentu dalam Tari Piring, penari menginjak piring menjadi pecahan kecil.

Keanekaragaman Hayati - Biologi

Keanekaragaman Hayati - Biologi


        Manusia dengan akalnya menciptakan teknologi untuk mengeksploitasi alam dan keanekaragaman hayati di dalamnya demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak sekali kerusakan yang terjadi di alam akibat ulah manusia, namun tidak sedikit pula yang diperbaiki oleh manusia.

Setelah mempelajari bab ini kalian diharapkan dapat merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup dengan mengamati lingkungan. Semakin mengenal dan menghargai keanekaragaman hayati di Indonesia dengan berusaha menjaga dan melestarikannya.

PETA KONSEP

Untuk membantu kalian memahami materi pada bab ini disajikan peta konsep sebagai berikut.

Keanekaragaman Hayati - Biologi
Peta Konsep Keanekaragaman Hayati

Semenjak meledaknya jumlah penduduk serta berkembangnya industri, eksploitasi terhadap keanekaragaman hayati (biodiversitas) semakin meningkat. Setiap tahunnya jutaan hektar hutan alam menghilang karena berubah fungsi untuk berbagai kepentingan manusia. Penggundulan dan pembakaran hutan, reklamasi pantai dan rawa, pengembangan industri yang tidak dilengkapi pengolahan limbah, serta penggunaan bahan kimia, seperti pupuk dan pestisida secara berlebihan, merupakan kegiatan manusia yang secara tidak sadar akan menghancurkan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman Hayati - Biologi
Pembukaan Hutan Untuk Pertanian

Apabila kegiatan manusia seperti tersebut di atas tidak segera diakhiri, manusia sendirilah yang akan menderita kerugian, jika tindakan penyelamatan keanekaragaman hayati tidak dilaksanakan maka
spesies yang hidup hari ini akan menuju kepunahan. Para ilmuwan juga menyatakan bahwa rusaknya hutan hujan tropis menyebabkan hilangnya beberapa tumbuhan yang bermanfaat, karena fungsinya
sebagai bank gen atau apotek hidup hilang akibat kepunahan tumbuhan yang bersangkutan.

Di negara agraris yang mulai berkembang, usaha peningkatan produksi pertanian yang secara tidak sadar akan menurunkan keanekaragaman hayati terus dikembangkan, yaitu bercocok tanam sistem monokultur, artinya bercocok tanam dengan lahan yang tetap dan tanamannya satu jenis saja. Dipandang dari keanekaragaman hayati, sistem monokultur tersebut sangat merugikan. Sistem monokultur dapat menurunkan tingkat keanekaragaman hayati karena hanya mengembangkan satu jenis tanaman saja. Hal ini membuat tanaman lain semakin langka. Unsur-unsur tertentu yang dibutuhkan tanaman tersebut semakin lama juga akan semakin menipis sedangkan unsur-unsur lainnya tersedia cukup banyak. Oleh sebab itu, sistem monokultur dapat mengundang hama dan penyakit.

Usaha penciptaan tanaman varietas revolusi hijau di Amerika, gandum di Meksiko, padi di Asia menjadi penyebab kerusakan keanekaragaman hayati di daerah atau negara tersebut. Karena semakin lama akan menghilangkan organisme awal yang merupakan sumber penciptaan keturunan (varietas) tersebut. Untunglah, di hutan belantara Asia masih tersimpan jenis padi liar yang selama ini lepas dari perhatian, yaitu spesies Oryza nivana. Berkat ketekunan para ilmuwan, dihasilkan varietas unggul tahan wereng.

Dalam bidang pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan, produksi selalu didorong ke arah pemusnahan keanekaragaman hayati. Jadi, produksi yang didasarkan kepada keseragaman menjadi ancaman utama konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan produksi itu sendiri.
Keanekaragaman hanya dapat dilestarikan jika keanekaragaman dijadikan logika produksi. Jika produksi selalu ditempuh dengan keseragaman dan homogenisasi maka keanekaragaman akan terus terancam keberadaannya.


ASAL-USUL KATA SEJARAH (soalkita1)

        ASAL-USUL KATA SEJARAH

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengenal kata sejarah. Kata sejarah sering dipahami oleh masyarakat secara umum sebagai sesuatu hal yang berkaitan dengan masa lampau. Apabila orang ingin mengetahui bagaimana kehidupan masa lalunya, maka orang akan membicarakan sejarah kehidupannya, misalnya, dalam ruang lingkup yang lebih kecil, terdapat sekelompok masyarakat dalam perayaan-perayaan tertentu selalu mengungkap sejarah keluarganya.

Di Jawa Barat misalnya, ada tradisi “silaturahmi” hari Raya Idul Fitri dengan cara seluruh keluarga itu berkumpul dan dalam perkumpulan itu diungkapkan bagaimana asal usul keluarga tersebut terbentuk. Tradisi ini sering disebut dengan “khaul” keluarga. Ada pula sejarah itu diungkapkan pada setiap hari ulang tahun, misalkan ulang tahun lembaga pendidikan pesantren.


ASAL-USUL KATA SEJARAH (soalkita1)
Asal-Usul Kata Sejarah

Dalam perayaan lembaga pendidikan ini akan diungkapkan bagaimana sejarah berdirinya pesantren itu, siapa pendirinya, bagaimana proses berdirinya pesantren tersebut, bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh para pendiri dalam membangun pesantren, dan cerita-cerita lainnya. Berdasarkan contoh-contoh tersebut, apakah sejarah itu hanya bicara masa lalu?

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti pohon kayu. Pohon dalam pengertian ini merupakan suatu simbol, yaitu simbol kehidupan. Di dalam pohon terdapat bagian-bagian seperti batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu memiliki hubungan yang saling terkait dan membentuk pohon tersebut menjadi hidup. Ada dinamika yang bersifat aktif, tidak pasif. Dinamika ini terus-menerus terjadi beriringan dengan waktu dan ruang di mana kehidupan itu ada. Dengan adanya lambang pohon itu, dapat menunjukkan adanya suatu pertumbuhan dan perkembangan.

Kalau kita kaitkan pengertian syajaratun dengan kehidupan manusia, dapatlah mengandung arti bahwa manusia itu hidup akan terus bergerak tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat atau ruang di mana dia berada. Kehidupan bukanlah sesuatu yang diam atau statis, tetapi sesuatu yang terus-menerus tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, manusia dalam kehidupannya mengalami fase-fase tertentu, yaitu fase di dalam kandungan, lahir, bayi dan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Fase-fase kehidupan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan dalam kehidupan manusia.

Kesinambungan itu terjadi karena manusia dalam kehidupannya diikat oleh waktu dan ruang. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, ketiga-tiganya menunjukkan adanya kesinambungan. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang akan menentukan masa depan.Waktu dalam pengertian ini dapat diartikan jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan bentuk waktu yang lainnya. Ruang adalah tempat di mana manusia itu tinggal, misalkan di desa, kota, kampung, dusun, dan lain-lain. Dengan uraian contoh tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa ciri penting dari sejarah adalah adanya konsep waktu dan ruang. Jadi, sejarah pada dasarnya bukan hanya bicara masa lalu, sejarah pada dasarnya berbicara kehidupan manusia dalam konteks waktu dan ruang.

Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat katakata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh. Silsilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Pada kerajaan-kerajaan masa lampau, sering dibuat silsilah keluarga raja, yaitu mulai dari siapa pendiri kerajaan itu sampai pada raja yang sedang berkuasa. Sebagaimana telah dicontohkan di atas, dalam masyarakat ada tradisi pada saat merayakan idul fitri diadakan acara pertemuan keluarga besar dalam rangka silaturahmi.

Dalam acara ini biasanya disampaikan silsilah keluarga itu, mulai dari siapa leluhurnya sampai dengan keluarga yang masih hidup. Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat dapat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat yaitu cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai objeknya atau disebut dengan biografi. Kata biografi berasal dari kata bios yang artinya hidup dan gravein yang artinya menulis. Jika objek cerita kehidupan manusia itu seseorang, diri sendiri, disebut autobiografi.

Pada saat ini banyak sekali para tokoh yang membuat biografi atau autobiografi dirinya. Para tokoh ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan politisi, pejabat, pengusaha, maupun kalangan lainnya. Mereka menulis biografi atau autobiografi dengan harapan masyarakat dapat mengetahui sepak terjang perjuangan hidupnya. Biografi atau autobiografi ditulis biasanya dalam rangka memperingati ulang tahunnya dalam usia-usia tertentu, misalnya dalam rangka ulang tahun ke-70 dan ke-60.

Kata Arab lainnya yang sama dengan syajaratun yaitu tarikh dan kisah. Tarikh dalam bahasa Arab secara umum menunjuk ke masa lampau, juga lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau. Tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam seperti tarikh nabi, tarikh Islam, dan sebagainya.

Selain kata-kata Arab, terdapat pula dalam bahasa-bahasa di Nusantara kata-kata yang artinya mirip dengan sejarah. Kata-kata tersebut seperti babad dalam bahasa Jawa, tambo dari bahasa Minangkabau, pustaka dan cerita. Kata babad menurut Pigeud berarti cerita sejarah. Selain itu, kata tersebut dapat pula diartikan dalam bahasa Jawa yang berarti “memangkas”. Hasil dari pem-babad-an ini ialah suasana terang. Kalau babad dikaitkan dengan kata sejarah, berarti sejarah itu bertugas memberikan penerangan tentang suatu keadaan.

Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu history dari bahasa Inggris, geschichte berasal dari bahasa Jerman, dan gechiedenis berasal dari bahasa Belanda. History berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia (dibaca istoria), yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”. Menurut filosof Yunani Aristoteles, historia berarti pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam, tanpa mempersoalkan susunan kronologis. Dalam perkembangannya, istilah history sama dengan istilah scientia yang artinya pertelaan sistematis nonkronologis tentang gejala alam. Adapun historia lebih diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis. Dengan demikian, istilah history pada mulanya bukanlah berarti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi lebih dekat sebagai ilmu pengetahuan atau sains.

Dalam perkembangan kemudian, kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi. Istilah ini sama dengan kata geschichte, berasal dari kata geschehen, yang berarti terjadi; dan gechiedenis, berasal dari kata geschieden, yang berarti terjadi. Kata historia yang berasal dari bahasa latin tersebut masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Misalnya historie atau l’hisrorie dalam bahasa Prancis, history dalam bahasa Inggris, dan istorya dalam bahasa Rusia.

Sunday, 3 November 2019

KARAKTERISTIK UMUM FILUM PROTOZOA DAN KELAS - KELASNYA

KARAKTERISTIK UMUM FILUM PROTOZOA DAN KELAS - KELASNYA

Protozoa diambil dari kata "PROTOS" yang berarti "PERTAMA" sedangkan "ZOION" berarti "BINATANG". Protozoa itu sendiri temasuk mikroorganisme yang dibagi kedalam dua kata pula yaitu (micros yang artinya kecil lalu organisme yang artinya mahluk hidup), besarnya antara 3 mikron sampai 100 mikron. Protozoa merupakan penghuni tempat berair atau tempat basah. bila keadaan jadi kering, akan membuat cyste (kristal). kegiatan hidup dilakukan oleh sel itu sendiri. Di dalam sel terdapat alat-alat yang melakukan kegiatan hidup. Alat-alat itu misalnya: Inti (nukleus), butir inti (Nukleous), rongga (vacuola), mitokondria.

protos, zoion, mikroorganisme, nukleus, nukleous, vacoula, mitrikondria


Pada umumnya protozoa bersel satu, tetapi ada beberapa spesies yang membentuk koloni. umumnya di dalam satu sel terdapat satu inti, tetapi dari beberapa spesies secara generatif berkonyugasi karena individu jantan dan betina belum jelas perbedaannya. sesuai dengan sifat sel binatang, umummnya protozoa berdinding selaput plasma tipis. Bentuk tubuh protozoa ada yang selalu berubah-ubah ada juga tetap bentuk bola atau bulat panjang dengan atau tidak dengan suatu flagea atau silia.

Pada zaman purba ada spesies-spesies yang mampu menyusun kulit atau kerangka luar terbentuk dari kapur atau kersik, hal ini diketahui dari fosil-fosil yang terdapat dalam batu-batu yang berasal dari zaman kambrium kurang lebih sekitar 600 juta tahun yang lalu. Spesies yang berkerangka kersik lebih dahulu hidupnya bila dibandingkan dengan yang berkerangka kapur. Penemuan fosil-fosil ketika pengeboran tanah atau mencari sumber-sumber minyak.

Protozoa hanya dapat hidup dari zat-zat organik, merupakan konsumen dari komunitas, mereka memakai bakteri atau mikroorganisme lain atau sisa-sisa organisma. Di perairan umumnya merupakan zoo plankton.

Kelas Rhizopoda atau Sarcodina

(Rhiza = akar, Pous = kaki, Sarcodes = gumpalan, Sarx = daging)
Protoplasma Rhizopoda dapat menjadi kaki semu (pseudopodia: pseudo = semu, pous = kaki) untuk bergerak dengan gerakan amoeboid. Hidup di air tawar, dilaut dan parasit pada binatang lain atau manusia. Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri.

Contoh representatif: Amoeba Proteus (a = tidak, moeba = bentuk)

Hidup di tempat basah atau tempat berair. Tubuh terdiri atas kulit luar (ektoplasma), selaput luar disebut plasmolemma. bagian dalam disebut endoplasma yang padanya terdapat inti, rongga makanan, rongga berdenyut, bagian plasmagel, bagian plasmasol, dan butiran- butiran lemak. rongga berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran cairan supaya nilai osomsis isi sel terpelihara (gel berkadar air rendah, sol berkadar air tinggi). Bila dari amoeba diambil dari intinya, akan segera mati tetapi bila diambil protoplasmanya akan membentuk protoplasma baru. Amoeba memakan bakteri, alga bersel satu dan mahluk hidup bersel satu lainnya. makanan dicerna di rongga makanan sisanya ditinggalkan. Berkembang biak secara vegetatif membelah diri didahului dengan pembelahan intinya. Amoeba mengambil oksigen untuk pernafasan dan mengeluarkan karbon dioksida melalui selaput plasma.

Berdasarkan cara hidup amoeba dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Hidup diluar tubuh organisma lain/ manusia disebut ecto amoeba (ectomoeba), contohnya amoeba proteus
2. hidup didalam tubuh organisme lain/ manusia disebut ento amoeba (entomoeba), contohnya entamoeba dysenteries/ entamoeba histolitica di usus halus dan entamoeba coli penghuni usus tebal.

Contoh lain dari kelas Rhizopoda:

1. Arcella Vulgaris, rangka luar dari kinti, terdapat di air tawar.
2. Difflugia Corona, rangka luar mengandung pasir, terdapat diair tawar.
3. Foraminifera (globierina bulloides) rangka luar dengan zat kapur dengan celah-celah tempat keluarnya benang-benang protoplasma sebagai kaki semu (pseoudopodia). Rangka yang telah kosong mengendap didasar laut merupakan tanah globirena. Fosil- fosil foraminifera berguna sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi.
4. Heliozoa (actinophrys sol), rangka luar dari kersik, celah- celah teratur tempat keluarnya pseudopodia, hidup di ar tawar.
5. Radiolaria (lichnaspis giltochii), rangka luar dari kersik, bercelah celah tempat keluarnya pseudopodia yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok.

struktur sel amoeba proteus
Struktur Sel Amoeba Proteus

Kelas Flagellata/ Mastigophora

(Flagrum = masti = bulu cambuk)
Bentuk tubuh lebih tetap tanpa rangka luar, tubuhnya dilindungi oleh suatu selaput yang felksibel yang disebut pelliecle, disebelah luarnya terdapat selaput plasma. alat gerak berupa bulu cambuk (flagrum = mastix). Hidup di air tawar,di laut atau parasit pada organisma lain atau manusia. Pembiakan secara vegetatif dengan membelah diri. bentuk umum yang dipelajari ialah euglena. Tubuhnya dempak atau tumpul/ tumpul dibgian depan dan runcing dibagian belakang.

Di dalam portopasma terdapat neukleus, chloroplast dengan pyrenoid dan dibagian depan terdapat bintik mata (stigma) yang berwarna merah serta rongga berdenyut. Bintik mata berfungsi untuk mengarahkan organisme ke arah cahaya yang intensitasnya sedang. Pada keadaaan yang tidak menguntungkan euglena dapat membentuk kista. Dekat ujung anterior sebelah bawah terdapat mulut sel (cytostome) yang diteruskan kedalam gullet cell (cythoparynk). Cythoparynk membesar dibagian dasarnya membentuk suatu gelembung yang disebut reservoir.

Contoh- contoh flagellata:

1. Euglena virdis (ber-chlorophyll) dan astasia sp (tidak ber-chlorophyll). Bila euglea virdis (berwarna hijau) dipelihara dan diberi streptomysin, warna hijau akan hilang. kedua-duaya akan hidup di air tawar.
2. Noctiluca scintilluca/ Noctiluca miliaris, hidup dilaut, ada dua flagel panjang dan pendek, sering bersimbiosis dengan alga. Noctiluca dapat menyebabkan laut bercahaya pada malam hari (juminescent)
3. Volvox globator, hidup di air tawar, merupakan koloni dari beribu-ribu binatang ber sel satu dengan masing- masing memiliki 2 flagea. Di dalam koloni dapat berbentuk koloni baru dan kemudian melepaskan diri koloni lama menjadi koloni tersendiri.
4. Trypanosoma, mempunyai 1 flagea, hidup sebagai parasit pada binatang atau manusia, penyebab penyakit tidur. Trypanosoma gabiense ditularkan oleh lalat tsetse glossina palpalis sedangkan Trypanosoma rhodensia oleh glossina morsitans. Trypanosoma cruzi penyebab anemia pada anak kecil (di Amerika Tengah). Trypanosoma evansi penyebab penyakit surra pada binatang ternak. Leismania donovani serupa Trypanosoma penyebab penyakit kala azar (di Mesir dan di India).

Trypanosoma Gambiense
Trypanosoma Gambiense

Kelas Ciliata/ Infusoria (Cilium = Kelopak Mata)

Contoh: Paremecium Caudatum (holotrica).
Hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat-zat organik. bentuknya seperti sandal (cenela), ada bagian yang dempak disebelah depan dan meruncing dibagian belakang. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara bergetar. Terdapat trichocyts mulut, rongga makanan dan rongga berdenyut, macronukleus, mickro nukleus dan sel dubur.

Berkembang biak secara vegetatif membelah diri secara tranversal, dimuai dengan membelah makronukleus yang diikuti oleh sitoplasmanya, membelah diri dapat terjadi kurang lebih 24 jam. Setelah terjadi beberapa kali pembiakan vegetatif, terjadilah pembiakan generatif secara konyugasi yang dimulai pertemuan antara 2 individu pada bagian mulut, kemudian terjadi peristiwa selanjutnya mancronucilus lenyap, mikronukelus membelah secara meiosis menjadi empat, tiga diantaranya lenyap yang satu membelah menjadi dua micronukleus (haploid) dan terjadi tukar enuar micronukleus sehingga terjadi persatuan micronukleus haploid menjadi micronukleus diploid, tiap individu memisahkan diri.

Micronukleus di dalam masing- masing individu akan membelah tiga kali berturut0turut menjadi delapan, empat diantaranya menjadi makronukleus, tiga lenyap dan menjadi micronukleus. dalam keadaan demiiaan tiap individu dan mikronukleusnya mengadakan pembelahan dua kali berturut-turut sehingga menjadi empat paramecium baru dengan makronukleus, micronukleus dan perlengkapan lainnya yang lengkap.

Respirasi dan ekstresi terjadi melalui permukaan tubuhnya (selaput plasma). tubuhnya dilindungi oleh pellicle, dibawah pellicle terdapat trichocyst yang akan dikeluarkan jika dirangsang. trichocyst ini berfungsi juga sebagai alat perlindungan jika diserang oleh musih.

Sekalipun umumnya Ciliata hidup di air tawar tetapi ada juga yang hidup ditempat lain, misalnya didalam usus tebal manusia yang sewaku-waktu dapat menimbulkan gangguan perut, contoh Balantidium coli.

Paramecium caudatum
Susunan Sel Paramecium

Contoh- contoh lain dari pada Ciliata:

1. Didinum nasutum (Holotrica), Merupakan predator didalam ekosistem perairan, dapat menjadi pemangsa paramecium.
2. Stentor coeruleus (Heterortcricha), biasanya menetap pada suatu tempat, sekalipun suatu waktu dapat berpindah tempat.
3. Vorticella campanula (Peritricha), bertangkai lurus atau spiral, hudup pada suatu tempat, silia hanya sekitar mulut.
4. Stylochia Mytilus (Hypotrica), bentuk spiral siput, silia berkelompok- kelompok, hidup merayap didasar kolam, banyak terdapat pada permukaan daun yang terendam air.
5. Podophrya collini, ketika masih muda bersilia dan setelah dewasa bertentakel untuk menghisap zat-zat dari mangsanya, juga bertangkai cilliata yang bersillia ketika muda dan bertangkai, oleh beberapa ahli dimasukan  kedalam kelas tersendiri yaitu kelas Suctoria.

macam-macam ciliata

Beberapa Contoh Ciliata

Kelas Sporozoa

(Sporo = benih, Spora, Zoion = Binatang). Tidak Memiliki Alat Gerak.
Contoh: Plasmodium sp.

Sporozoa kurag begitu dikenal dengan baik dibandingkan dengan Protozoa yang lainnya karena hewan ini tidak terdapat pada kolam atau perairan. hewan-hewan ini merupakan hewan yang parasit. siklus hidup dari beberapa sporozoa sangat rumit karena menyangkut beberapa spesies hospes. Contoh yang paling umum untuk dipelajari adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, diketemukan oleh Carles Laveran, Ronald Ross dan Grassi, ditularkan oleh nyamuk Anopheles.

berkembang biak secara vegetatif di dalam tubuh manusia dan genetatif didalam tubuh nyamuk. Di dalam tubuh nyamuk, gemetosit yang terisap nyamuk akan berubah menjadi mikro dan makrogaet. mikrogamet (gametosit jantan) bentuk kecil memanjang dengan makrogamet (gametosit betina) bentuk bulat. Perkawinan antara mikro dan makrogamet menghasilkan suatu zygot. Zygot membentuk ookinet di dalam dinding usus nyamuk, inti ookinet membelah menjadi banyak bagian (sporogoni), kemudian masing-masing bagian dengan protoplasmanya menjadi sporozoit- zporozoit.

Sporozoit kemudian meninggalkan gelembung dan menyebar didalam alat pencernaan dan samapai ke kelenjar ludah nyamuk. Bila nyamuk menusuk atau menggigit manusia, sporozoit akan masuk kedalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia sporozoit akan menyerang sel hati (siklus eksoerytrostik) kemudian menyerang erystrosit (siklus erystrosit) (schizogony), selanjutnya membiak secara vegetatif menjadi merozoit yang disebut sporulasi.

Pada sporulasi sau nukleus (inti) membelah berulang- ulang dan tiap- tiap initi yang terjadi diikuti bagian-bagian sitoplasma. Merozoit menyerang sel-sel darah merah baru dan berulanglah pembiakan secara vegetatif lagi. setelah pembiakan vegetatif terjadi berulang- ulang, diatara morozoit-morozoit yang telah ada di dalam sel-sel darah merah itu ada yang berubah menjadi gametosit (sel kelamin) yang dapat terisap oleh nyamuk bila menggigit penderita, kemudian berubah menjadi mikrogamet seperti yang telah dijelaskan di atas.

nyamuk malaria

Siklus Hidup Plasmodium Malariae

Friday, 2 June 2017

Soal Kimia Kelas X Beserta Pembahasan Tentang Pengenalan Ilmu Kimia dan Struktur Atom

Berjumpa lagi dengan soalkita1 hari ini enaknya share soal tentang apa ya? Tentang kimia aja ga apa-apa kali ya? kita akan membahas sedikit tentang Pengenalan Ilmu Kimia dan Struktur atom, jika ga sabar pengen cepet soalnya silah kan meluncur kebawah dan klik download.

Sebelum kesoal apa saja sih yang dipelajari dalam ilmu kimia? Tentu untuk kalian yang jurusan IPA atau yang belajar kimia sudah tahu apa jawabannya, ya ada tiga hal yang dipelajari dalam ilmu kimia diantaranya adalah materi, sifat dan perubahan materi dan energi yang menyertai perubahan materi.

Apa itu materi? Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Susunan materi meliputi unsur dan senyawa. Senyawa adalah perpaduan dari dua atau lebih unsur dengan komposisi tertentu dan tetap, misalnya air (H2O), urea (CO(NH2)2), dan alkohol (C2H5OH). Unsur adalah zat yang paling dasar dan merupakan penyusunan segala macam senyawa.
Materi terdiri dari partikel dasar yang disebut atom, struktur materi berisi gambaran tentang bagaimana atom-atom saling berkaitan, struktur atom akan memengaruhi sifat suatu materi sebagai contoh intan dan grafit sama-sama tersusun dari atom karbon (C) tetapi keduanya memiliki sifat yang berbeda, intan memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagi pisau pemotong kaca, sedangkan grafit bersifat rapuh.

Lalu apa itu sifat dan perubahan materi? Setiap zat/ materi memiliki sifat tertentu yang dapat membedakannya dengan zat/ materi yang lainnya. Akan tetapi beberapa materi memiliki kemiripan selain itu juga dapat mengalami perubahan fisika maupun kimia seperti contoh perubahan materi dibawah ini.
a.       Air pada suhu kamar (25°C) memiliki wujud cair apabila didinginkan hingga suhu 0° wujud air akan berubah menjadi padat.
b.      Benda yang terbuat dari logam lama-kelamaan akan berkarat jika dibiarkan diudara terbuka dalam kurun waktu yang relatif lama.

Dan seperti apa energi yang menyertai perubahan materi? Setiap materi memiliki energi. Materi memegang peranan penting pada perubahan zat karena setiap perubahan zat selalu disertai dengan perubahan energi sebagai contoh pada proses lilin yang terbakar energi kimia yang terdapat pada lilin berubah menjadi energi cahaya dan panas (kalor).

Itu sedikit tentang pengenalan ilmu kimia sekarang kita akan membahas sedikit tentang struktur atom, ada yang masih ingat pengertian dari materi diatas? Tersusun oleh apakah materi itu? Seperti disebutkan diatas, benda-benda yang sering kita jumapi dalam kehidupan sehari-hari merupakan materi. Atom merupakan dasar penyusun materi dengan teknologi moderen atom dapat diurai mejadi partikel-partikel yang lebih kecil yang dinamakan artikel subatom. Melalui teori atom dan model atom kita dapat mengetahui partikel subatom, teori atom dan model atom terus berkembang mulai dari zaman yunani hingga sekarang. Teori dan model atom dari para ilmuan sebagai berikut.
1.       Model Atom Dalton
Pada tahun 1808 jhon dalton seorang ahli kimia berkebangsaan inggris mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai partikel penyusun materi, atom menurut dalton sebagai berikut:
a.       Suatu materi terjadi atas partikel- partikel kecil yang disebut atom, atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b.      Atom memiliki unsur yang sama memiliki sifat sama, sedangkan atom unsur berbeda, memiliki massa dan sifat yang berlainan.
c.       Atom-atom dapat bergabung satu sama lain secara kimia membentuk senyawa dengan perbandingan sederhana.
d.      Reaksi kimia hanya melibatkan penataan ulang atom-atom sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Baca Juga

2.       J.J. Thomson
Pada tahun 1897 J.J. Thomson melakukan percobaan dengan tabung sinar katode dan menemukan adanya pertikal- pertikal yang jauh lebih kecil dari atom dan mengandung muatan listrik negatif fartikel- fartikel inilah yang kemudian disebut elektron sebagai partikel dasar bermuatan negatif dalam atom, teori atom Dalton mengalami penyempurnaan oleh Thomson. Menurut Thomson bola pejal bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron.

3.       Ernest Rutherford
Pada tahun 1911, Ernest Rutherford bersama kedua asistennya, Hans dan Ernest Madson, melakukan percobaan dengan menembakan fartikel alfa (α) terdapat lempeng emas yang tipis. Rutherford mengajukan model atom yang mampu memperbaiki model atom thomson.

a.       Atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif dan mengelilingi inti.
b.      Semua proton berkumpul pada inti atom dan menyebabkan inti atom bermatan positif.
c.       Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Semua masa atom terpusat pada inti atom yang sangat kecil jari- jari atom sekitar 10-10m, sedangkan jari- jari inti atom sekitar 10-15m.
4.       Model Atom Niels Bohr
Niels Bohr menerangkan model atom berdasarkan teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen. Menurut Bohr, spektrum garis menunjukan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom. Model atom hidrogen menurut Bohr sebagai berikut.

a.       Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan disekitarnya beredar elektron- elektron yang bermuatan negatif.
b.      Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom  pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan stationer (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c.       Selama elektron berada dalam lintasan  stasioner energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d.      Elektron hanya dapat berpindah dari linasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
5.       Teori Mekanika Kuantum

Lintasan elektron pada atom yang berelektron banyak tidak sesederhana yang dijelaskan Bohr tetapi lebih kompleks dan mempunyai subkulit- subkulit orbital. Berdasarkan hal ini teori atom Bohr dikembangkan dan diperbaiki oleh ilmuan- ilmuan dan diperoleh teori atom mekanika kuantum.

Silahkan Download Soal Kimia Kelas X Pada Link Download Dibawah Ini, Terima Kasih.